Los Angeles, California – Vince Zampella, tokoh kunci dalam pengembangan waralaba Call of Duty, tewas dalam kecelakaan satu kendaraan di Angeles Crest Highway akhir pekan ini. Rekaman video grafis yang beredar di media sosial menunjukkan Ferrari 296 GTS berwarna merah kehilangan kendali dan bertabrakan dengan penghalang beton. Baik Zampella, 55, dan penumpangnya dinyatakan meninggal setelah kejadian tersebut.
Kecelakaan dan Lokasi
Kecelakaan itu terjadi di dekat terowongan di Angeles Crest Highway, rute berkendara yang terkenal dengan pemandangan indah dan tikungan berbahaya. Area ini populer di kalangan pengemudi berperforma tinggi, dan beberapa penduduk setempat berpendapat bahwa akustik terowongan mendorong akselerasi yang agresif. Namun, tikungan tajam ke kiri tepat setelah terowongan digambarkan tampak sempit, sehingga membuat banyak pengemudi lengah.
Kendaraan dan Kondisi
Ferrari 296 GTS yang terlibat dalam kecelakaan itu adalah mobil sport berperforma tinggi yang dilengkapi mesin penggerak roda belakang berkekuatan 819 tenaga kuda. Para saksi mata melaporkan mendengar suara ban kendaraan berdecit sebelum tabrakan, yang menandakan hilangnya kendali secara tiba-tiba. Mobil tersebut terbakar setelah tabrakan, menjebak Zampella di dalam sementara penumpangnya terlempar dari kendaraan.
Akibat dan Investigasi
Petugas tanggap darurat tiba di lokasi kejadian dan menemukan orang-orang yang mencoba mengeluarkan salah satu penumpang dari reruntuhan. Terlepas dari upaya mereka, Zampella dipastikan tewas di tempat kejadian, dan penumpangnya kemudian meninggal di rumah sakit. Penegakan hukum sedang menyelidiki penyebab kecelakaan itu, meskipun laporan awal menunjukkan bahwa kecepatan yang berlebihan mungkin menjadi faktor penyebabnya.
Warisan Zampella
Kontribusi Zampella pada seri Call of Duty sangat signifikan, membantu membentuk salah satu waralaba video game paling sukses dalam sejarah. Kematiannya menandai kerugian bagi industri game dan menggarisbawahi bahaya berkendara berkecepatan tinggi di jalan yang menantang.
Insiden tragis ini menjadi pengingat akan risiko yang terkait dengan mendorong kendaraan hingga batas kemampuannya, terutama di lingkungan yang tidak dapat diprediksi. Kombinasi tenaga kuda yang tinggi, tikungan tajam, dan kesalahan penilaian pengemudi dapat berakibat fatal.






















