Renault EV Mendobrak Penghalang Jarak 1000km Tanpa Mengisi Ulang

26

Renault telah mendemonstrasikan terobosan dalam teknologi kendaraan listrik (EV), berhasil menyelesaikan perjalanan sejauh 1.008 km dengan kecepatan jalan raya tanpa perlu berhenti untuk mengisi ulang tenaga. Prestasi tersebut, yang dicapai pada tanggal 18 Desember di jalur uji UTAC dekat Casablanca, Maroko, memvalidasi potensi perjalanan listrik jarak jauh dalam kondisi dunia nyata.

Tantangan dan Solusinya

Pada awal tahun 2025, Renault menantang para insinyurnya untuk menciptakan kendaraan listrik yang mampu menempuh jarak 1.000 km dengan kecepatan jalan raya berkelanjutan – melebihi 100 km/jam – tanpa mengisi ulang. Ini bukan sekadar memaksimalkan ukuran baterai; tim sengaja dibatasi untuk menggunakan baterai 87kWh, kapasitas yang sama yang ditemukan pada model Scenic E-Tech jarak jauh.

Kunci kesuksesannya adalah optimasi radikal untuk efisiensi. Daripada melakukan pendekatan brute force dengan baterai besar, Renault fokus pada pengurangan bobot dan performa aerodinamis. Mobil konsep Filante Record 2025 rata-rata mencapai 102km/jam dan hanya mengonsumsi 7,8kWh per 100km, menyelesaikan perjalanan dengan sisa daya 11%—cukup untuk berkendara sejauh 120km lagi.

Inovasi Rekayasa

Desainnya menggabungkan pelajaran dari kendaraan eksperimental Renault di masa lalu, termasuk sedan mewah 40CV tahun 1925 dan mobil rekor kecepatan darat turbin gas Étoile Filante tahun 1954. Namun, Filante Record 2025 melangkah lebih jauh:

  • Efisiensi Aerodinamis: Pengujian terowongan angin yang ekstensif menghasilkan solusi yang tidak konvensional, termasuk melepaskan roda secara fisik dari bodi untuk meminimalkan hambatan.
  • Konstruksi Ringan: Sasisnya menggunakan serat karbon, paduan aluminium, dan komponen Scalmalloy yang dicetak 3D untuk menjaga bobot kendaraan di bawah 1000kg.
  • Sistem yang Efisien: Sistem steer-by-wire dan brake-by-wire serba elektrik semakin mengurangi bobot dan meningkatkan kualitas pengemasan.

Kokpit satu kursi minimalis dilengkapi layar tengah berbentuk bola yang menunjukkan data penting seperti kecepatan, waktu tersisa, dan metrik efisiensi.

Tim di Balik Rekor

Perjalanan 10 jam ini dikemudikan oleh tim insinyur Alpine: Constance Léraud-Reyser (insinyur sasis), Laurent Hurgon (penguji), dan Arthur Ferriere (insinyur penyetelan sasis). Pergantian pengemudi dan pemberhentian teknis diperhitungkan dalam keseluruhan waktu, namun mobil secara konsisten mempertahankan kecepatan rata-rata yang tinggi.

Filante Record 2025 menunjukkan bahwa perjalanan kendaraan listrik jarak jauh tanpa sering mengisi daya dapat dicapai dengan rekayasa cerdas. Hal ini membuka kemungkinan di masa depan di mana kendaraan listrik dapat bersaing dengan kendaraan berbahan bakar bensin dalam hal jarak dan kenyamanan.

Kesuksesan ini menunjukkan evolusi pesat teknologi kendaraan listrik dan menantang persepsi bahwa mengemudi listrik jarak jauh memerlukan baterai dalam jumlah besar atau penghentian pengisian daya yang tidak nyaman. Pendekatan Renault menunjukkan bahwa optimalisasi, bukan hanya kapasitas, adalah kunci untuk membuka potensi penuh kendaraan listrik.