Masa Depan Toyota Fortuner: Mengapa Pembeli Masih Menginginkan Apa yang Tidak Dapat Mereka Miliki

29

Meski dihentikan produksinya pada tahun 2025, Toyota Fortuner tetap populer, dengan penjualan meningkat 12% dari tahun ke tahun. Hal ini menimbulkan pertanyaan: mengapa membatalkan kendaraan yang jelas-jelas diinginkan orang? Jawabannya terletak pada strategi produk Toyota yang lebih luas, namun bukan berarti para penggemar tidak bisa berspekulasi seperti apa Fortuner di masa depan.

Koneksi HiLux

Fortuner dibangun dengan platform yang sama dengan truk pikap Toyota HiLux. Dengan pembaruan signifikan yang baru-baru ini dilakukan pada HiLux – termasuk interior yang didesain ulang, suspensi yang diperbarui, dan fitur keselamatan baru – banyak pembeli tentu berharap Fortuner berikutnya akan mewarisi peningkatan ini. Seniman digital seperti Theottle telah menggambarkan seperti apa bentuk kendaraan tersebut.

Perubahan utamanya sederhana: gaya depan dan belakang yang lebih segar, kualitas berkendara yang lebih baik, teknologi keselamatan modern, dan mesin turbo-diesel 2,8 liter yang familiar. Fortuner akan mempertahankan lampu belakang dan pintu belakang yang unik untuk membedakannya dari HiLux, namun pembaruan inti akan dibagikan.

Mengapa Menghentikannya?

Keputusan Toyota untuk menghentikan Fortuner bukan karena permintaan; ini tentang merampingkan susunan pemain. Perusahaan mungkin menganggap tumpang tindih antara Fortuner dan SUV lainnya (seperti Prado) terlalu besar, atau sumber daya sebaiknya dialokasikan di tempat lain.

Namun, pasar purnajual sudah menunjukkan betapa mudahnya “meningkatkan” Fortuner lama dengan suku cadang HiLux baru – menukar bumper, lampu, dan panel. Hal ini menunjukkan bahwa Toyota dapat dengan mudah menawarkan Fortuner yang disegarkan dengan sedikit usaha.

Intinya

Hilangnya Fortuner merupakan pengingat bahwa siklus hidup kendaraan didorong oleh keputusan perusahaan, tidak selalu preferensi konsumen. Fakta bahwa permintaan tetap tinggi bahkan ketika kendaraan tersebut dihentikan produksinya menunjukkan hilangnya peluang bagi Toyota. Masih belum pasti apakah Fortuner akan kembali di masa depan, namun pasar purna jualnya membuktikan keinginan akan SUV modern berbasis HiLux masih sangat besar.