F1 Aerodinamika Kini Mendinginkan Bahan Makanan Anda: Bagaimana Teknologi Balap Mendukung Lemari Es Supermarket

17

Dunia Formula 1 yang mutakhir bukan hanya soal kecepatan dan prestise; ini adalah tempat berkembang biaknya inovasi yang secara tak terduga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Satu aplikasi yang mengejutkan? Lorong dingin di supermarket lokal Anda. Kulkas dengan bagian depan terbuka, yang dirancang agar mudah diakses, kini memanfaatkan teknologi aerodinamis yang awalnya dikembangkan oleh tim Williams F1. Ini bukan sekadar tentang teknologi tinggi—ini adalah terobosan penghematan energi yang signifikan.

Masalah: Udara Dingin Bocor

Lemari es tradisional dengan bagian depan terbuka mengalami inefisiensi utama. Udara dingin dipompa dari atas ke bawah, namun sejumlah besar udara bocor keluar, sehingga memaksa kompresor bekerja lebih keras dan meningkatkan konsumsi energi. Hal ini merupakan masalah besar karena lorong yang dingin menghabiskan lebih dari separuh biaya energi supermarket. Kebocoran yang tampaknya kecil akan bertambah dengan cepat ketika didistribusikan ke ribuan toko.

Solusinya: Pisau Aerofoil

Cara mengatasinya? Sebuah airfoil yang tampak sederhana—strip seperti pisau—dipasang di bagian depan setiap rak. Ini bukanlah bentuk acak; itu adalah bagian dari desain aerodinamis yang dirancang dengan cermat. Dikembangkan oleh perusahaan Inggris Aerofoil Energy dalam kemitraan dengan Williams Advanced Engineering, airfoil ini menggunakan prinsip yang dipinjam langsung dari sayap belakang F1.

Airfoil bekerja dengan mengarahkan kembali udara dingin yang keluar ke dalam kabinet, sehingga menciptakan siklus pendinginan yang lebih efisien. Teknologi ini memanfaatkan penelitian bertahun-tahun dalam dinamika fluida, yang disempurnakan pada beberapa mesin tercepat di dunia. Alat CFD Williams digunakan untuk mengoptimalkan bentuk airfoil untuk aliran udara kecepatan rendah, memastikan kinerja dan efektivitas biaya.

Dari Downforce ke Dolar

Mobil F1 menghasilkan downforce yang sangat besar—sekitar 1.760 pon pada kecepatan 150 mph—tetapi prinsip inti berlaku di sini: mengendalikan aliran udara. Membalikkan konsep tersebut, airfoil memandu udara ke dalam alih-alih mendorong mobil ke bawah. Pengujian awal sangat efektif sehingga pada awalnya dianggap sebagai kesalahan, sehingga memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Hasilnya sudah terbukti: supermarket yang menggunakan teknologi ini mengalami penghematan energi hingga 30%. Pengecer besar di Inggris seperti Sainsbury’s, M&S, Tesco, dan ASDA telah mengadopsi sistem ini, sehingga mengembalikan investasi mereka dalam waktu kurang dari setahun. Pemasangannya cepat dan tidak memerlukan penutupan toko, sehingga memudahkan bisnis.

Gambaran Lebih Besar

Ini bukan pertama kalinya teknologi F1 menemukan kegunaan yang tidak terduga. Rem karbon keramik, paddle shifter, dan sistem pemulihan energi semuanya telah diterapkan pada kendaraan konsumen. Namun contoh lemari es di supermarket sangat menarik perhatian karena menunjukkan bagaimana teknik yang sangat terspesialisasi dapat menyelesaikan permasalahan sehari-hari dengan cara yang sangat berdampak.

Proyek Aerofoil Energy bahkan dinominasikan untuk MacRobert Award yang bergengsi pada tahun 2018, sebagai pengakuan atas keunggulan tekniknya. Ini merupakan pengingat bahwa inovasi paling hebat tidak selalu datang sesuai harapan Anda.

Pada akhirnya, lain kali Anda ingin minum minuman dingin, ingatlah bahwa teknologi yang menjaga minuman tetap dingin mungkin telah mulai digunakan di trek balap Formula 1.