Klaim Baterai Solid-State Diserang: CEO Svolt Menyebut Teknologi Donut Lab sebagai ‘Penipuan’

18

Perlombaan untuk mengkomersialkan baterai all-solid-state (ASSB) telah mengalami gejolak, dengan seorang eksekutif terkemuka menuduh adanya klaim penipuan dari sebuah perusahaan rintisan asal Finlandia. Yang Hongxin, ketua Svolt, produsen baterai besar Tiongkok, secara terbuka menolak pengumuman Donut Lab baru-baru ini tentang ASSB “siap produksi” dan menyebutnya sebagai penipuan yang disengaja.

Klaim Berani Donut Lab

Di CES 2026, Donut Lab meluncurkan baterai dengan spesifikasi terdepan di industri: kepadatan energi 400 Wh/kg, pengisian penuh 5 menit, lebih dari 100.000 siklus dengan degradasi minimal, dan pengoperasian antara -30°C dan 100°C. Perusahaan selanjutnya mengklaim kapasitas produksi skala gigawatt-hour (GWh), memposisikan dirinya untuk memasok pasar global. Yang terpenting, Donut Lab menolak mengungkapkan rincian teknis inti, dengan alasan teknologi eksklusifnya menghindari logam tanah jarang atau litium, dan bertujuan untuk menyamakan biaya dengan baterai litium besi fosfat. Kapasitas yang mereka nyatakan saat ini adalah 1 GWh, dengan ambisi mencapai 20-30 GWh tahun depan.

Mengapa Ini Penting: Perlombaan yang Penuh Tantangan

Klaim agresif ini tidak biasa karena sebagian besar teknologi ASSB masih berada di laboratorium. Meskipun telah melakukan penelitian selama bertahun-tahun, tidak ada perusahaan yang berhasil menunjukkan ASSB yang benar-benar dapat diproduksi secara massal dan berkinerja tinggi. Konsensus industri menyatakan bahwa masih terdapat hambatan besar dalam meningkatkan produksi sambil menjaga stabilitas, kepadatan energi, dan efektivitas biaya.

Penilaian keras Yang Hongxin mencerminkan skeptisisme ini: “Baterai itu bahkan tidak ada di dunia… Siapa pun yang memiliki pemahaman dasar tentang teknologi akan menganggapnya sebagai penipuan.” Tuduhan tersebut menyoroti kekhawatiran yang lebih luas mengenai hype yang berlebihan dalam industri baterai, dimana janji yang dilebih-lebihkan dapat menarik modal namun pada akhirnya mengecewakan investor dan konsumen.

Garis Waktu Industri: Satu Dekade Lagi?

Perusahaan raksasa yang sudah mapan mengambil pendekatan yang lebih hati-hati. Toyota menargetkan produksi massal pada tahun 2030, sementara BYD menargetkan kendaraan demonstrasi pada tahun 2027 dan produksi skala kecil CATL pada tahun yang sama. Perusahaan-perusahaan ini mengakui bahwa manufaktur skala besar tidak mungkin terjadi sebelum akhir dekade ini. Svolt sendiri sedang dalam proses penskalaan baterai semi-solid, dengan 270 Wh/kg sel yang memasuki produksi pada tahun 2026 dan 400 Wh/kg sel dalam pengembangan. Pemerintah Tiongkok juga telah turun tangan untuk mengatur terminologi, dengan mengganti nama baterai “solid-state” menjadi “liquid-solid” untuk menghindari menyesatkan konsumen.

Posisi dan Latar Belakang Svolt

Svolt berasal dari divisi baterai Great Wall Motor pada tahun 2012, berkembang menjadi entitas independen pada tahun 2018. Perusahaan ini memproduksi sistem baterai lengkap, termasuk sel, modul, dan sistem manajemen. Dorongan agresifnya terhadap baterai semi-solid mencerminkan tren yang lebih luas di industri Tiongkok yang dengan cepat beralih ke teknologi baterai.

Konflik yang terjadi saat ini menggarisbawahi sebuah poin penting: meskipun inovasi semakin cepat, terobosan nyata dalam teknologi ASSB memerlukan lebih dari sekedar klaim yang berani. Industri ini memerlukan data yang dapat diverifikasi, proses yang transparan, dan jadwal waktu yang realistis untuk membenarkan hype tersebut.

Kesimpulan: Perselisihan antara Svolt dan Donut Lab menyoroti besarnya tantangan teknis dan komersial dalam pengembangan baterai solid-state. Sampai terbukti sebaliknya, skeptisisme terhadap komersialisasi yang cepat masih tetap ada, karena konsensus industri menunjukkan bahwa produksi skala besar masih memerlukan waktu beberapa tahun lagi.