Polisi Tennessee Membela Penangkapan DUI terhadap Pengemudi yang Sadar

23

Penegakan hukum Tennessee mendukung ribuan penangkapan DUI yang dilakukan tanpa bukti penggunaan alkohol atau obat-obatan terlarang, meskipun pengawasan publik dan hukum semakin meningkat. Patroli Jalan Raya (THP) negara bagian tersebut menegaskan bahwa penangkapan ini dibenarkan berdasarkan perilaku yang dapat diamati, hasil tes kesadaran di lapangan, dan penilaian petugas.

Kontroversi

Selama beberapa tahun terakhir, THP telah menangkap setidaknya 2,547 pengemudi DUI yang kemudian dinyatakan negatif alkohol atau narkoba. Praktik ini mendapat kecaman pada tahun 2025 ketika FOX 17 News mulai melakukan penyelidikan, yang mengarah pada undang-undang negara bagian baru yang mewajibkan pengungkapan statistik “DUI yang bijaksana” setiap tahun. Pada tahun 2024 saja, ada 419 penangkapan serupa yang dilakukan di seluruh negara bagian.

Alasan Patroli

Menurut Kolonel THP Matt Perry, setiap penangkapan didukung oleh “bukti” dan “indikator” penurunan nilai. Ini termasuk ucapan yang tidak jelas, mata merah, bau yang berhubungan dengan alkohol atau obat-obatan, dan kinerja dalam tes kesadaran di lapangan. Perry berpendapat bahwa polisi tidak melakukan penangkapan semata-mata karena dicurigai mencium bau alkohol, namun mempertimbangkan “totalitas” dari perilaku yang diamati.

Tekanan Internal dan Tujuan Penegakan

Dokumen internal THP yang diperoleh FOX 17 News mengungkapkan sejarah tujuan penegakan hukum, termasuk persyaratan bagi polisi untuk melakukan setidaknya dua “kontak” per jam selama shift penegakan DUI tertentu. Meskipun THP mengklaim tolok ukur ini berlaku untuk aktivitas patroli umum, beberapa laporan penangkapan DUI menyebutkan “bau alkohol” dan “tes mata yang gagal” bahkan ketika tidak ada alkohol yang terdeteksi.

Tantangan Hukum dan Transparansi

Negara bagian tersebut kini menghadapi banyak tuntutan hukum atas penangkapan ini, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan penyebab dan proses hukumnya. Investigasi yang sedang berlangsung dan perubahan undang-undang menunjukkan meningkatnya tekanan terhadap transparansi dari penegak hukum.

Desakan THP bahwa setiap penangkapan dapat dibenarkan, meskipun hasil tes narkoba dan alkohol menunjukkan hasil negatif, menyoroti ketergantungan yang mengkhawatirkan pada observasi subjektif petugas. Masih harus dilihat apakah transparansi yang lebih besar akan menyelesaikan tantangan hukum ini dan mengatasi kekhawatiran masyarakat mengenai potensi pelanggaran dalam penegakan DUI.