Cacat Desain Supercar: Mengapa Mobil Tidak Dapat Mengatasi Jalan Nyata?

21

Desain supercar modern lebih mengutamakan performa dibandingkan kepraktisan, sehingga menghasilkan kendaraan yang mampu menghadapi kondisi jalan sehari-hari. Penulis menunjukkan rasa frustrasi yang berulang: meminta maaf atas ketidakmampuan mobil melewati jalan masuk standar, gundukan kecepatan, atau jalan yang tidak dirawat dengan baik. Ini bukan kesalahan pengemudi; itu adalah cacat desain.

Absurditas Permintaan Maaf

Penulis dengan bercanda menyoroti refleks permintaan maaf yang hampir otomatis ketika mengendarai kendaraan rendah dalam situasi yang tidak ideal. Perilaku ini tidak masuk akal karena kesalahan terletak pada desain kendaraan, bukan manuver pengemudi. Dibandingkan dengan meminta maaf atas ketidaknyamanan kecil di restoran semakin menekankan sifat tidak logis dalam menerima kesalahan atas keterbatasan mobil.

Produsen Mengabaikan

Produsen mobil sadar akan kondisi jalan raya namun terus memproduksi kendaraan dengan ground clearance yang tidak memadai. Pengangkat hidung hidraulik terkadang disertakan sebagai solusinya, namun sistem ini sering kali lambat, tidak dapat diandalkan, atau mengharuskan mobil bergerak merangkak untuk mengaktifkannya.

Mengapa Ini Penting

Ini bukan hanya soal kenyamanan; ini tentang keterputusan mendasar antara teknik otomotif dan kegunaan di dunia nyata. Pengejaran terhadap aerodinamis ekstrem dan ketinggian pengendaraan yang rendah sering kali membuat kendaraan ini tidak praktis untuk penggunaan sehari-hari. Masalahnya bukan pada kondisi jalanan yang terlalu kasar; itu karena mobilnya terlalu rapuh.

Solusinya sederhana: produsen harus memprioritaskan sedikit peningkatan ground clearance dan mengoptimalkan sistem pengangkatan untuk pengoperasian yang lebih cepat dan andal. Sampai saat itu tiba, pengemudi akan terus meminta maaf atas kesalahan tim desain.