Pendukung Desainer iPhone untuk Kontrol Fisik di Mobil

22

Sir Jony Ive, mantan chief design officer di Apple dan sekarang kepala LoveFrom, percaya bahwa layar sentuh adalah pilihan yang buruk untuk kontrol utama mobil. Meski memimpin desain iPhone, perangkat yang mempopulerkan antarmuka layar sentuh, Ive berpendapat bahwa teknologi ini tidak dapat diterapkan dengan baik pada penggunaan otomotif. Perusahaannya berkolaborasi dengan Ferrari pada interior model Luce elektrik barunya, yang menonjolkan fitur tombol fisik, dial, dan kenop di samping layar sentuh.

Masalah Layar Sentuh pada Kendaraan

Saya telah menekankan bahwa layar sentuh mengharuskan pengemudi mengalihkan perhatiannya dari jalan. Dia menjelaskan bahwa tujuan awal dari teknologi sentuh adalah untuk menciptakan antarmuka serbaguna untuk perangkat seluler di mana pengguna dapat beralih antar tugas. Namun, menerapkan hal ini pada mobil menimbulkan risiko yang tidak perlu.

“Saya tidak akan pernah menggunakan sentuhan di dalam mobil [untuk kontrol utama]. Ini adalah sesuatu yang tidak pernah saya impikan untuk melakukannya karena mengharuskan Anda untuk melihat [menjauh dari jalan raya].”

Sentimen ini menandai perubahan signifikan dalam tren desain otomotif. Selama dekade terakhir, produsen mobil, termasuk Tesla, Ford, dan sejumlah merek Tiongkok, telah menerapkan interior minimalis yang didominasi oleh layar sentuh besar. Beberapa bahkan menghilangkan tombol fisik sepenuhnya, memindahkan fungsi seperti pemilihan gigi dan pengatur suhu ke layar.

Mode vs. Fungsionalitas

Saya mengaitkan munculnya interior mobil dengan banyak layar sentuh karena tren fesyen, bukan desain praktis. Perusahaan mengejar teknologi “terbaru”, sehingga menghasilkan layar yang semakin besar dan dominan. Tren ini telah menjadi begitu luas sehingga bahkan merek ternama seperti Mazda telah mengadopsi layar sentuh besar untuk fungsi fisik tradisionalnya.

Kembali ke Kontrol Fisik?

Luce dari Ferrari adalah contoh tandingan, yang memprioritaskan umpan balik sentuhan dan pengoperasian intuitif. Interiornya dirancang dengan saklar fisik yang sangat berbeda untuk meminimalkan gangguan pengemudi.

Pabrikan lain juga mempertimbangkan kembali pendekatan ini. Konsep C Audi 2025 menampilkan “teknologi pemalu”, termasuk layar infotainment yang dapat dilipat, dan memperkenalkan kembali sakelar fisik di beberapa kendaraan. Hal ini menunjukkan tren industri yang lebih luas ke arah memprioritaskan kegunaan dan keamanan dibandingkan persepsi modernitas antarmuka serba sentuh.

Pada akhirnya, perdebatan berpusat pada apakah layar berfungsi untuk menyederhanakan pengalaman berkendara atau justru memperumitnya. Kembalinya kontrol fisik oleh beberapa produsen mobil menunjukkan bahwa fungsi dan perhatian pengemudi mungkin lebih besar daripada daya tarik estetika interior minimalis yang didominasi layar.