Land Cruiser FJ baru Toyota, yang saat ini diluncurkan dari jalur produksi di Thailand, awalnya akan diluncurkan dengan mesin bensin 2,7 liter. Meskipun kendaraan ini dirancang sebagai kendaraan off-roader yang kompak dan mumpuni, pembeli yang mengharapkan opsi diesel harus menunggu hingga tahun 2029. Penundaan ini bukan suatu kebetulan; hal ini memberikan waktu bagi Toyota untuk mengintegrasikan teknologi emisi yang lebih canggih, memastikan kepatuhan terhadap peraturan global yang semakin ketat.
Peluncuran Mesin Bensin
Land Cruiser FJ pertama-tama akan tersedia dengan mesin bensin 2,7 liter yang disedot secara alami, menghasilkan 161 tenaga kuda dan torsi 181 lb-ft. Mesin ini sudah mapan dalam jajaran Toyota, juga menggerakkan model seperti Land Cruiser Prado, Fortuner, dan Hilux. Ini dipasangkan dengan gearbox otomatis enam kecepatan dan sistem 4WD paruh waktu.
Potensi Mesin Diesel
Menurut laporan dari Mobil Terbaik Jepang, Toyota berencana menambahkan mesin turbodiesel empat silinder 2,8 liter ke jajaran FJ. Mesin ini, yang sudah digunakan pada Land Cruiser 250 dan Hilux yang lebih besar, menghasilkan 201 tenaga kuda dan torsi 369 lb-ft—lebih dari dua kali lipat torsi unit bensin. Mesin dieselnya juga telah diuji dengan sistem hybrid ringan 48V, meski tidak jelas apakah versi elektrifikasi ini akan ditawarkan.
Mengapa Tertunda?
Jeda tiga tahun sebelum mesin diesel hadir bukanlah suatu kebetulan. Hal ini memungkinkan Toyota untuk melengkapi mesinnya dengan perangkat keras emisi yang canggih, memastikan FJ tetap memenuhi standar di pasar seperti Jepang setelah tahun 2030. Mesin bensin 2,7 liter yang lebih tua mungkin kesulitan untuk memenuhi standar yang lebih ketat di masa depan.
Perluasan Pasar
Pengenalan mesin diesel dapat membuka pasar baru, termasuk Australia, di mana para eksekutif Toyota menyatakan FJ akan lebih kompetitif dengan powertrain yang memenuhi standar Euro 6. FJ diluncurkan di Jepang pada Mei 2026 dengan single trim level (VX) dan akan diperluas ke Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Afrika.
Untuk saat ini, Amerika Utara dan Eropa masih belum termasuk dalam rencana peluncuran vaksin tersebut. Peluncuran awal Land Cruiser FJ berfokus pada wilayah di mana mesin bensin memenuhi peraturan saat ini, sementara Toyota menyiapkan opsi diesel untuk standar masa depan yang lebih ketat.
Penundaan strategis Toyota pada mesin diesel menggarisbawahi semakin besarnya tekanan pada produsen mobil untuk menyeimbangkan kinerja dengan persyaratan lingkungan yang semakin ketat. Kesuksesan jangka panjang FJ bergantung pada kemampuannya beradaptasi terhadap tuntutan perubahan ini.






















