BYD Atto 3 EVO 2026: EV yang Kompetitif, Tapi Bukan Terobosan

20

BYD Atto 3 EVO yang diperbarui hadir sebagai penyegaran yang diperlukan untuk model Inggris pertama dari pabrikan mobil China tersebut. Meskipun peningkatan dalam jangkauan, kecepatan pengisian daya, dan keluaran daya mengangkatnya ke status kompetitif, perangkat ini tidak lagi menjadi “pengubah permainan” yang ditunjukkan oleh spesifikasinya. Atto 3 EVO mengatasi kekurangan aslinya tetapi tetap tertinggal dari pesaingnya dalam dinamika berkendara dan desain.

Pembaruan yang Diperlukan di Pasar yang Berkembang Pesat

BYD meluncurkan Atto 3 asli dengan kesuksesan awal, menawarkan kombinasi harga, jangkauan, dan fitur yang menarik. Namun, pasar kendaraan listrik bergerak cepat dan Atto 3 berisiko menjadi ketinggalan jaman. EVO merupakan respon BYD, membawa perubahan teknis yang signifikan untuk mempertahankan relevansi terhadap pesaing yang semakin kuat. Dengan harga antara £37.000 dan £39.000, pembaruan Atto 3 EVO mengubah SUV yang tidak kompetitif menjadi SUV yang setidaknya dapat bertahan.

Powertrain dan Peningkatan Kinerja

Perubahan yang paling besar terjadi di bawah permukaan. Atto 3 EVO dilengkapi powertrain baru dengan penggerak roda belakang dan motor listrik 303bhp yang lebih bertenaga, dibandingkan dengan pengaturan 200bhp model sebelumnya yang dipasang di depan. Kapasitas baterainya juga meningkat menjadi 74,8kWh, meningkatkan jangkauan WLTP dari 260 menjadi 316 mil. Kecepatan pengisian daya ditingkatkan secara dramatis, mencapai hingga 220kW, memungkinkan pengisian daya 10-80% hanya dalam 25 menit.

Versi motor ganda juga tersedia, menghasilkan 442bhp dan waktu 0-100 km/jam hanya dalam 3,9 detik. Namun, suspensi dan sasis belum mengalami tingkat penyempurnaan yang sama, yang berarti penambahan tenaga tidak berarti peningkatan pengendalian yang sama.

Peningkatan Interior dan Teknologi

Di dalam, Atto 3 EVO menawarkan layar sentuh 15,4 inci yang lebih besar dengan layanan Google tertanam, sehingga meningkatkan kegunaan. Tata letak kabin telah disederhanakan, dengan pilihan warna dan trim yang diperbarui. Meskipun kualitas bangunannya beragam – dengan beberapa bahan murah mengimbangi permukaan yang disentuh lembut – interiornya menawarkan ruang yang luas untuk penumpang dan penyimpanan yang cukup.

Pengalaman Berkendara: Masih Belum Terbaik di Kelasnya

Meskipun ada peningkatan teknis, dinamika berkendara Atto 3 EVO tertinggal dari para pesaingnya. Kemudinya terasa kenyal pada kecepatan rendah, dan pengendaraan bisa tidak stabil pada permukaan yang tidak rata. Pengaturan penggerak roda belakang tidak memiliki presisi dan rasa percaya diri yang ditemukan pada pesaing seperti Kia EV3 dan Skoda Elroq.

Atto 3 EVO bukanlah mobil jelek, tapi gagal unggul di bidang apa pun. Saingan seperti Kia EV3, Skoda Elroq, Citroen e-C5 Aircross, dan Vauxhall Grandland menawarkan nilai, kehalusan, atau pengalaman berkendara yang lebih baik dengan harga yang sama.

Efisiensi dan Kinerja Dunia Nyata

Pengujian awal menunjukkan efisiensi rata-rata sekitar 3,7m/kWh, yang dapat diterima tetapi bukan yang terdepan di kelasnya. BYD telah menyertakan pompa panas baru untuk meningkatkan efisiensi dalam berbagai kondisi, namun pengujian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kinerja dunia nyata di Inggris.

Putusan: Pesaing yang Solid, Bukan Pemimpin

BYD Atto 3 EVO merupakan SUV listrik yang kompetitif, namun tidak menonjol di pasar yang padat. Peningkatan dalam jangkauan, kecepatan pengisian daya, dan kinerja disambut baik, namun kurangnya peningkatan terkait dalam penanganan dan penyempurnaan menghambatnya. Meskipun bukan terobosan baru, Atto 3 EVO adalah pilihan tepat bagi pembeli yang memprioritaskan nilai dan fitur daripada dinamika berkendara.