Listrik vs. Bensin: Pandangan Realistis tentang Biaya Operasional

17

Selama bertahun-tahun, kendaraan listrik (EV) telah dipasarkan sebagai alternatif yang lebih murah dibandingkan mobil berbahan bakar bensin, sehingga menjanjikan penghematan bahan bakar dan pajak. Namun, analisis baru-baru ini mengungkapkan bahwa kenyataannya lebih beragam: hanya beralih ke listrik tidak secara otomatis berarti biaya operasional lebih rendah. Meskipun listrik lebih murah daripada bensin, faktor-faktor lain seperti depresiasi, asuransi, dan pajak jalan raya dapat dengan cepat mengikis penghematan tersebut.

Pertukaran Inti: Bahan Bakar vs. Lainnya

Keuntungan mendasar dari kendaraan listrik adalah biaya “bahan bakar” yang lebih rendah. Mengisi daya mobil listrik terbukti lebih murah dibandingkan mengisi bahan bakar mobil berbahan bakar bensin. Misalnya, menyalakan Volkswagen ID.3 sejauh 36.000 mil membutuhkan biaya listrik sekitar £1.500 dibandingkan bensin hampir £3.900. Namun, keuntungan ini akan semakin berkurang jika Anda hanya mengandalkan jaringan pengisian daya publik, yang harganya bisa menyaingi atau bahkan melebihi biaya bahan bakar.

Masalah yang lebih besar adalah gambaran keseluruhannya. Mobil listrik cenderung terdepresiasi lebih cepat dibandingkan mobil berbahan bakar bensin. Vauxhall Corsa Electric, misalnya, diproyeksikan hanya mempertahankan 33% nilainya setelah tiga tahun, dibandingkan dengan 47% pada mesin bensin. Ini berarti pembeli kehilangan lebih banyak uang saat dijual kembali.

Biaya Tersembunyi: Selain Bahan Bakar dan Pajak

Beberapa faktor lain yang berkontribusi terhadap biaya kepemilikan kendaraan listrik yang lebih tinggi:

  • Asuransi: Kendaraan listrik sering kali memiliki premi asuransi yang lebih tinggi karena performa dan biaya perbaikannya yang lebih tinggi.
  • Ban: Torsi instan mobil listrik dapat menyebabkan keausan ban lebih cepat.
  • Pajak Jalan Raya (VED): Pembebasan kendaraan listrik yang tadinya gratis telah dihapus, artinya pemilik kini membayar cukai kendaraan seperti pengemudi mobil berbahan bakar bensin.
  • Servis: Meskipun kendaraan listrik memiliki komponen bergerak yang lebih sedikit, servis tidak selalu lebih murah, terutama jika diperlukan perbaikan khusus.

Sewa vs. Membeli: Perhitungan yang Berbeda

Sewa guna mengalihkan beban depresiasi ke perusahaan pembiayaan, menjadikan kendaraan listrik lebih kompetitif. Beberapa model, seperti Skoda Elroq, bisa lebih murah untuk disewa dibandingkan model bensin. Namun, sewa guna usaha tidak menghilangkan seluruh biaya; pembayaran bulanan, batas jarak tempuh, dan potensi biaya kerusakan masih berlaku.

Mengapa Ini Penting: Pergeseran Lanskap

Pasar EV sedang berkembang. Insentif pemerintah telah berubah, dan produsen menyesuaikan harga. Gagasan bahwa kendaraan listrik selalu lebih murah sudah ketinggalan jaman. Konsumen kini harus menghitung dengan cermat total biaya kepemilikan sebelum melakukan peralihan.

Pergeseran ini terjadi karena pengguna awal kendaraan listrik mendapat manfaat dari subsidi dan keringanan pajak yang besar. Ketika insentif-insentif tersebut memudar, realitas ekonomi yang mendasarinya menjadi lebih fokus. Meningkatnya harga pembelian kendaraan listrik, ditambah dengan depresiasi, berarti penghematan sangat bergantung pada model tertentu, kebiasaan mengemudi, dan infrastruktur pengisian daya.

Intinya

Meskipun kendaraan listrik menawarkan manfaat lingkungan jangka panjang dan pengalaman berkendara yang lebih baik, kendaraan listrik tidak menjamin biaya pengoperasian yang lebih rendah. Pilihan termurah bergantung pada keadaan masing-masing kendaraan. Beberapa kendaraan listrik, seperti Skoda Elroq, bisa lebih murah dalam jangka waktu tiga tahun, namun kendaraan lain, seperti BMW i4, tetap jauh lebih mahal untuk dijalankan dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.

Pembeli harus selalu membandingkan total biaya, termasuk depresiasi, asuransi, dan servis, sebelum mengambil keputusan. Hari-hari penghematan EV otomatis telah berakhir.