Pabrikan kendaraan listrik (EV) terkemuka di Tiongkok, BYD, melaporkan penurunan laba tahunan pertamanya dalam beberapa tahun, menandai perubahan signifikan dalam lanskap otomotif global yang berkembang pesat. Perusahaan mengalami penurunan laba hampir 20% pada tahun 2025, dengan penurunan lebih tajam sebesar 38,2% pada kuartal terakhir, menurut laporan keuangan.
Pangsa Pasar dan Margin Keuntungan Di Bawah Tekanan
Meskipun tetap meraih keuntungan dengan margin 20,5% (turun 1,8 poin persentase), kinerja BYD menandakan lingkungan persaingan yang semakin ketat, khususnya di pasar domestik Tiongkok. Pangsa pasar perusahaan telah turun dari 27% menjadi 17% sejak awal tahun 2026, menunjukkan peningkatan tekanan dari pesaing kendaraan listrik yang sudah mapan dan baru.
Penurunan ini terjadi setelah pengurangan tenaga kerja pada tahun 2025 dan bertepatan dengan tren konsolidasi industri yang lebih luas, seperti yang diperkirakan oleh Ketua BYD Wang Chuanfu. Ia menggambarkan persaingan saat ini sudah mencapai “puncak demam” dan memasuki “babak sistem gugur,” yang menyiratkan bahwa pemain yang lebih lemah akan berjuang untuk bertahan dalam persaingan yang semakin meningkat.
Ekspansi Global sebagai Strategi Utama
Untuk mengatasi tekanan domestik, BYD mempercepat ekspansi internasionalnya, dengan fokus khusus untuk memasuki pasar AS. Meski saat ini absen dari pasar kendaraan baru terbesar di luar Tiongkok, BYD secara aktif menjajaki strategi untuk bisa masuk.
Pada tahun 2025, perusahaan ini menjual 2,3 juta kendaraan listrik secara global – melampaui penjualan Tesla yang berjumlah 1,6 juta unit dan mengamankan posisinya sebagai merek kendaraan listrik terlaris di dunia. Namun total penjualan (termasuk plug-in hybrid) masih jauh dari target 5,5 juta, yakni mencapai 4,6 juta unit.
Keuntungan Pasar Australia
BYD telah mendapatkan daya tarik di Australia dan terus meningkatkan pangsa pasarnya. Hingga akhir Februari 2026, perusahaan berhasil naik ke posisi keenam secara keseluruhan dengan 10.324 penjualan, melampaui GWM (Great Wall Motor) yang turun ke peringkat ketujuh dengan 9.198 penjualan. Model BYD terpopuler di Australia antara lain SUV Sealion 7, Shark 6 ute, dan SUV Sealion 6.
Pergeseran kinerja BYD menyoroti meningkatnya intensitas persaingan di pasar kendaraan listrik. Kesuksesan perusahaan di masa depan akan bergantung pada kemampuannya untuk menavigasi tekanan harga yang agresif, mempertahankan inovasi, dan memanfaatkan peluang pertumbuhan internasional.






















