Otoritas pajak Yunani telah melancarkan tindakan keras terhadap digital, menggunakan kecerdasan buatan untuk mencegat armada kendaraan kelas atas yang beroperasi secara ilegal di jalan raya nasional. Dengan menggunakan kembali kamera jalan tol menjadi alat penegakan hukum yang canggih, penyelidik telah mengidentifikasi dan menyita 229 kendaraan mewah dengan perkiraan nilai gabungan €10 juta ($11,8 juta).
Jebakan Digital: Dari Tol hingga Penegakan Pajak
Selama bertahun-tahun, pemilik kendaraan berperforma tinggi—termasuk merek seperti Ferrari, Porsche, Bentley, dan Mercedes-Benz —mengeksploitasi celah dalam undang-undang tempat tinggal dan registrasi di Yunani. Dengan mempertahankan pelat nomor mobil asing, para pemilik ini menghindari pajak registrasi dan retribusi barang mewah yang signifikan di Yunani.
Strategi ini mengandalkan asumsi bahwa kemungkinan dilakukannya inspeksi acak di pinggir jalan sangat kecil. Namun, pihak berwenang telah mengubah perhitungannya secara mendasar. Sejak akhir tahun 2025, otoritas pajak Yunani telah menerapkan sistem referensi silang berteknologi tinggi:
- Pelacakan Otomatis: Kamera tol bertenaga AI mencatat setiap kendaraan yang melewati pos pemeriksaan jalan raya.
- Integrasi Data: Data pergerakan ini secara otomatis direferensikan silang dengan catatan bea cukai dan pajak.
- Pengenalan Pola: Perangkat lunak ini menandai kendaraan berplat asing yang telah melampaui batas izin tinggal sahnya tanpa ditandai dalam sistem perpajakan.
Serangan Beresiko Tinggi
Data yang dihasilkan oleh kamera ini diserahkan ke DEOS, satuan tugas khusus Yunani. Dengan menggunakan petunjuk digital yang disediakan oleh AI, petugas melakukan penggerebekan terkoordinasi di garasi pribadi, dealer barang mewah, dan pusat bisnis.
Skala penyitaannya sangat signifikan. Di antara kendaraan yang disita adalah model bernilai tinggi seperti Ferrari 599 GTB Fiorano, Porsche 911 GT3, dan Mercedes-AMG G63 4×4². Beberapa mobil yang disita bernilai hingga €750,000 ($884,800).
Selain penggelapan pajak sederhana, penyelidikan ini juga mengungkap aktivitas kriminal yang jauh lebih gelap:
– Pencurian Identitas: Penemuan “mobil hantu” dengan Nomor Identifikasi Kendaraan (VIN) yang dirusak.
– Kejahatan Terorganisir: Barang bukti kendaraan curian dan ditemukannya narkotika (kokain) yang disembunyikan di dalam salah satu mobil yang disita.
– Pencucian Uang: Pihak berwenang kini sedang menyelidiki sumber dana bagi banyak pemilik, karena banyak pemilik tidak dapat membenarkan pembelian supercar terhadap pendapatan yang mereka nyatakan.
Realitas Hukum Pelat Asing
Tindakan keras ini menyoroti kesalahpahaman umum mengenai undang-undang kendaraan di Yunani. Berdasarkan undang-undang saat ini, kendaraan dengan pelat asing hanya dapat beredar secara legal di Yunani selama maksimal enam bulan (185 hari) dalam jangka waktu 12 bulan. Pengecualian ini hanya diperuntukkan bagi non-penduduk dan wisatawan.
Setelah jendela ditutup, kendaraan tersebut harus diekspor atau didaftarkan secara resmi di Yunani, dengan membayar bea masuk yang diperlukan. Bagi banyak pemilik, “penghematan” yang diperoleh dengan menghindari biaya-biaya ini kini terhapus oleh denda yang sangat besar, penyitaan kendaraan, dan kemungkinan tuntutan pidana.
Operasi ini menandai perubahan cara negara-negara memerangi penghindaran pajak: beralih dari pos pemeriksaan fisik ke pengawasan otomatis berbasis data yang tidak meninggalkan “titik buta” di jalan raya.
Kesimpulan
Dengan mengubah infrastruktur rutin menjadi jaringan pengawasan, pihak berwenang Yunani telah secara efektif menutup celah yang menguntungkan bagi pemilik mobil mewah. Tindakan keras ini menjadi peringatan bahwa jejak digital yang ditinggalkan di jalan tol dapat menimbulkan tanggung jawab finansial dan hukum yang sangat besar.






















