Land Rover sedang bersiap untuk meluncurkan model Defender yang lebih kecil dan serba listrik pada tahun depan, menandai terobosan pertama merek tersebut ke dalam kendaraan listrik sepenuhnya dan sebuah langkah signifikan dalam transformasinya menjadi merek yang berdiri sendiri. Kendaraan baru ini, yang saat ini disebut sebagai ‘Defender Sport’, akan menjadi produk Defender paling kompak dan produk baru pertama yang dikembangkan sejak Defender didirikan sebagai merek sendiri di bawah strategi “House of Brands” JLR.
Mendefinisikan Merek Defender
Selama tiga tahun terakhir, Land Rover berfokus untuk memperkuat identitas inti Defender – kendaraan tangguh dan tahan lama yang dibuat untuk kondisi ekstrem. Menurut direktur merek Defender Mark Cameron, tim desain dan teknik merek tersebut telah menetapkan serangkaian elemen DNA yang jelas yang harus diwujudkan oleh setiap model Defender.
“Kami harus memastikan semua yang kami lakukan sebagai Defender memiliki DNA merek ini: kemampuan epik yang dibangun untuk bertahan lama dan dapat digunakan di mana saja.”
Saat ini, jajaran Defender mencakup varian 90, 110, dan 130, bersama dengan model performa seperti Octa dan opsi Hardtop komersial. Namun, strategi jangka panjang perusahaan melibatkan perluasan jajaran Defender ke dalam portofolio kendaraan lengkap.
Electric Defender Sport: Pendekatan Platform Baru
Defender Sport sedang dikembangkan pada platform kendaraan listrik khusus oleh JLR, berbeda dari Defender 90 yang sudah ada. Keputusan ini berasal dari batasan desain unik yang disebabkan oleh powertrain listrik, khususnya konfigurasi baterai di bawah lantai.
Model baru ini diperkirakan memiliki panjang lebih dari 4,5 meter, memanfaatkan platform EMA JLR, yang juga akan mendukung kendaraan listrik masa depan seperti Range Rover Evoque dan Velar. Perusahaan mencadangkan platform MLA yang lebih premium untuk model Range Rover dan Defender kelas atas, sementara Jaguar mengembangkan arsitektur JEA-nya sendiri.
Pertukaran dalam Kemampuan
Meskipun platform listrik menawarkan keunggulan dalam hal emisi dan efisiensi, platform ini juga menghadirkan tantangan dalam performa off-road. Cameron mengakui bahwa pergerakan roda dan artikulasi Defender Sport mungkin berkurang dibandingkan model Defender saat ini karena kendala pengaturan baterai di bawah lantai. Meskipun demikian, Land Rover tetap berkomitmen untuk mempertahankan kemampuan inti Defender untuk “pergi ke mana saja”.
Peluncuran Defender Sport diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan merek tersebut, memposisikannya sebagai merek gaya hidup mewah dengan komitmen terhadap daya tahan dan kehebatan off-road. Perusahaan secara aktif merencanakan perluasan portofolio Defender di masa depan, dengan visi 7-10 tahun untuk membangun rangkaian kendaraan komprehensif yang tetap sesuai dengan identitas merek.
