Setelah 34 tahun absen dari lingkaran pemenang, Lancia berhasil meraih kemenangan di World Rally Championship (WRC). Kemenangan di Rally Kroasia menandai tonggak sejarah penting bagi merek yang pernah mendominasi olahraga ini namun telah memudar dari sorotan kompetitif sejak kepergian resminya pada tahun 1992.
Performa Dominan di WRC2
Meskipun Lancia saat ini tidak berkompetisi di kelas andalan utama, kembalinya mereka melalui kategori WRC2 sungguh mengesankan. Kemenangan diraih duet Yohan Rossel dan Arnaud Dunand yang mengendarai Lancia Ypsilon.
Pertunjukan tersebut ditandai dengan dominasi di seluruh tahapan acara:
– Kemenangan Tahap: Pasangan Rossel/Dunand mengklaim enam kemenangan tahap.
– Dominasi Keseluruhan: Dari 20 etape yang diadakan selama reli, kendaraan Lancia meraih penghargaan tertinggi di 13 etape di antaranya.
– Kedalaman Tim: Entri Lancia kedua, yang dikendarai oleh Nikolay Gryazin dan Konstantin Aleksandrov, mengamankan posisi ketiga dengan tujuh kemenangan tahap mereka sendiri.
Keberhasilan ini berimplikasi langsung pada klasemen kejuaraan. Tim Lancia Corse HF kini memimpin klasemen Tim WRC2 dengan 84 poin. Secara individu, Yohan Rossel naik ke posisi ketiga di Kejuaraan Pembalap, sementara Gryazin duduk di posisi kelima.
Rekayasa di Balik Comeback
Kembalinya Lancia ke WRC dibangun berdasarkan kendaraan yang terinspirasi oleh generasi terbaru Ypsilon. Untuk mematuhi peraturan teknis saat ini, Ypsilon spek reli dilengkapi dengan:
– Mesin empat silinder 1,6 liter turbocharged.
– Sistem penggerak empat roda.
– Transmisi sekuensial lima kecepatan.
Pengaturan teknis ini terbukti sangat efektif dalam beradaptasi dengan berbagai tuntutan tahapan Kroasia. Berkaca pada kemenangan tersebut, Yohan Rossel mencatat bahwa setelah awal yang menantang di Monte Carlo, tim menemukan keseimbangan sempurna di Kroasia, dengan memilih ban yang sempurna dan pengaturan mobil sebagai kunci untuk tetap memegang kendali.
Mengapa Ini Penting bagi Lancia
Bagi banyak penggemar motorsport, Lancia mewakili “era keemasan” reli, memegang rekor 10 gelar pabrikan WRC. Setelah berpuluh-puluh tahun tidak aktif, kemenangan ini lebih dari sekadar kemenangan dalam satu balapan; ini adalah bukti konsep relevansi teknis merek yang diperbarui. Dengan meraih kesuksesan di kategori WRC2, Lancia membangun kembali DNA kompetitifnya dan membangun kembali kehadirannya di komunitas reli global.
“Kami tahu bahwa ambisi Lancia tahun ini adalah untuk kembali kuat di WRC… di Kroasia, pada putaran kedua ini, semuanya sempurna.” — Yohan Rossel
Kemenangan Lancia di Kroasia menandakan kesuksesan kelahiran kembali merek tersebut, membuktikan bahwa bahkan setelah tiga dekade berlalu, mereka masih dapat memimpin podium dan memimpin klasemen kejuaraan.






















