Stellantis merambah ke segmen pasar khusus di Eropa dengan hadirnya truk pikap Ram Rampage. Dirancang dan dibuat di Brasil, pikap unibody ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara crossover kompak dan truk menengah tradisional, mengisi ruang yang mungkin tampak tidak biasa di benua ini. Rampage akan ditawarkan dalam dua trim berbeda: Rebel yang berfokus pada off-road dan R/T yang berorientasi jalanan.
Meskipun Rampage bukanlah sesuatu yang baru—diluncurkan di Brasil beberapa tahun yang lalu—debutnya di Eropa menandai masuknya secara resmi ke pasar ini. Dimensinya, dengan panjang 198 inci, lebar 74,2 inci, dan tinggi 67,5 inci, membuatnya lebih mudah bermanuver di jalanan Eropa dibandingkan Ram 1500 yang lebih besar.
Trim Rebel menawarkan tampilan yang kokoh dengan ban segala medan 235/65 R17 yang dipadukan dengan sistem suspensi off-road. Sebaliknya, R/T condong ke arah performa jalanan dengan velg lebih besar 19 inci yang dibalut ban 235/55 dan ketinggian pengendaraan 10 mm lebih rendah untuk meningkatkan pengendalian.
Ram memposisikan Rampage sebagai “pikap gaya hidup kompak premium”, yang menekankan kemampuan kargo di samping gayanya. Tempat tidurnya menawarkan volume 34,6 kaki kubik, dengan kapasitas muatan maksimum 2,237 pon bila dilengkapi dengan mesin diesel.
Opsi powertrain berbeda antara kedua trim. Rebel dilengkapi mesin empat silinder turbodiesel 2.2 liter “Multijet” yang menghasilkan 200 tenaga kuda dan torsi kuat 332 lb-ft. Pembeli yang memilih r/t menerima unit bensin 2.0 liter yang lebih segar dari keluarga “hurricane”, menghasilkan tenaga 272 hp dan torsi 295 lb-ft.
Angka performa menunjukkan perbedaan mencolok antara kedua pilihan mesin: Rampage diesel membutuhkan 9,9 detik untuk mencapai 62 mph (100 km/jam) dengan kecepatan tertinggi dibatasi secara elektronik hingga 122 mph (196 km/jam). Sebagai perbandingan, R/T bertenaga bensin menyelesaikan akselerasi 0-62 mph hanya dalam 6,9 detik dan mencapai kecepatan tertinggi yang dibatasi secara elektronik yaitu 137 mph (220 km/jam).
Kedua trim berbagi perlengkapan standar seperti rem cakram empat roda, suspensi independen, bantuan start dari bukit, dan kontrol penurunan bukit. Fitur bantuan pengemudi tingkat lanjut seperti Highway Assist (kontrol jelajah adaptif dengan stop & go), semakin meningkatkan keselamatan dan kenyamanan. Interiornya menawarkan nuansa modern dengan layar infotainment 12,3 inci, cluster instrumen digital 10,3 inci, dan sistem suara Harman Kardon 10 speaker yang ditingkatkan.
Meskipun peluncuran Rampage di Eropa bertepatan dengan kedatangan Toyota Hilux baru, kedua truk tersebut melayani kebutuhan pelanggan yang berbeda. Hilux, dibangun dengan sasis body-on-frame, memposisikan dirinya sebagai pekerja keras yang mampu menyasar pembeli yang mencari truk pikap ukuran menengah tradisional seperti Ford Ranger atau Volkswagen Amarok. Perlu dicatat bahwa Rampage bukanlah penawaran terkecil dari Ram. Judul itu milik 700, yang pada dasarnya adalah Fiat Strada yang diubah namanya dan dijual terutama di Amerika Latin.
Untuk saat ini, pembeli di Amerika Utara harus menunggu komitmen Stellantis untuk memperkenalkan truk pikap menengah miliknya dengan spesifikasi teknis “sangat bagus” pada tahun 2027. Model body-on-frame ini, seperti diungkapkan oleh CEO Stellantis Antonio Filosa, akan menyasar pemain mapan seperti Jeep Gladiator, Toyota Tacoma, dan Nissan Frontier di segmen yang sangat kompetitif.
Kedatangan Rampage di Eropa menandakan langkah strategis Stellantis untuk memperluas portofolio produknya di luar segmen pasar tradisional. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang potensi ekspansi ke wilayah lain di masa depan dan apakah strategi truk pikap kompak ini terbukti berhasil dalam skala yang lebih besar.
