Lanskap supercar semakin ditentukan oleh hibridisasi, transmisi otomatis, dan antarmuka digital. Dalam konteks ini, Capricorn 01 berdiri sebagai anomali yang disengaja. Ia mempertahankan mesin V8 supercharged, tata letak penggerak roda belakang, dan—yang paling penting—girboks manual. Untuk menandai kehadirannya di Concorso d’Eleganza Villa d’Este yang bergengsi di Italia, Capricorn telah meluncurkan varian unik yang mencolok: ‘Tutto Rosso’.
Komisi yang dipesan khusus ini bukan sekadar pertukaran warna; ini adalah studi dalam desain monokromatik ekstrim dan integrasi teknik.
Obsesi dengan Detail
Seperti namanya, ‘Tutto Rosso’ (bahasa Italia untuk “Semua Merah”) adalah latihan kejenuhan. Sekitar 95% permukaan kendaraan diberi finishing warna merah khusus. Ini bukan sekedar cat semprot pada panel bodi; bahasa desain menembus mobil di setiap level.
- Eksterior: Tema merah meliputi bodywork, velg, dan aksen bodi. Elemen serat karbon, termasuk kaca spion samping dan bahkan satu wiper kaca depan tengah, telah diwarnai atau dibungkus agar serasi.
- Interior: Kabin mencerminkan intensitas eksterior. Joknya dihiasi kulit berwarna merah, sedangkan dasbor, konsol tengah, roda kemudi, dan shift knob menampilkan tenunan serat karbon merah.
- Di Bawah Kap: Komitmen ini meluas ke jantung mekanis, di mana ruang mesin dilengkapi dengan serat karbon merah yang serasi.
Hanya beberapa elemen strategis yang memecahkan monoton tersebut: branding Capricorn di bagian depan dan belakang tetap mempertahankan finishing aslinya, dan housing aluminium dari gated shifter, serta gesper sabuk pengaman, tetap menggunakan aluminium alami. Kontras halus ini berfungsi untuk menonjolkan keahlian daripada mengalihkan perhatian dari estetika keseluruhan.
“Proyek seperti Capricorn 01 Zagato Tutto Rosso tidak hanya didorong oleh gaya saja. Proyek ini menantang kami untuk memikirkan kembali bagaimana material, teknik, dan estetika berinteraksi… Saat pelanggan mendekati kami dengan visi seperti ini, ini menjadi peluang untuk mendorong kemampuan kami lebih jauh, tidak hanya dalam hal desain, namun juga dalam cara kami melakukan industrialisasi dan memvalidasi konfigurasi ekstrem tersebut,”
— Robertino Wild, CEO Capricorn
Mengapa Ini Penting: Penolakan terhadap Kemewahan yang Dihomogenisasi
Di era di mana kemewahan sering disamakan dengan keseragaman, ‘Tutto Rosso’ menekankan kustomisasi ultra-tinggi. Fakta bahwa Capricorn dapat memadukan serat karbon merah di seluruh eksterior, interior, dan ruang mesin tanpa mengorbankan integritas struktural atau kohesi estetika menunjukkan tingkat kematangan teknik yang tinggi.
Hal ini menantang tren hypercar listrik atau hibrida “lengkap” yang berlaku saat ini. Dengan memamerkan mesin mentah, yang digerakkan secara manual, bertenaga pembakaran dengan pengerjaan yang dibuat khusus secara mendetail, Capricorn menarik bagi para kolektor yang menghargai keterlibatan pengemudi dan keahlian nyata dibandingkan metrik kinerja otomatis. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi industri: ketika mobil menjadi lebih ditentukan oleh perangkat lunak, akankah nilai eksklusivitas yang murni mekanis dan dibuat dengan tangan akan meningkat?
Spesifikasi dan Nilai
Meskipun ‘Tutto Rosso’ tidak mencantumkan harga karena statusnya yang unik, namun hal ini memberikan konteks untuk tingkat harga merek tersebut. Capricorn 01 standar mulai dari €2,95 juta (sekitar $3,4 juta).
Dengan harga sebesar itu, pembeli tidak hanya ditawari transportasi, tapi juga barang pernyataan. Mobil ini menghasilkan 888 tenaga kuda, disalurkan melalui gearbox manual enam percepatan ke roda belakang. Di pasar yang dipenuhi dengan paddle-shifter dan hybrid assist, kombinasi tenaga mentah dan kontrol manual ini merupakan nilai jual yang signifikan bagi para puritan.
Kesimpulan
Capricorn 01 ‘Tutto Rosso’ lebih dari sekadar pekerjaan cat yang mencolok; ini merupakan bukti daya tarik abadi keaslian mekanis dan karya seni yang dipesan lebih dahulu. Dengan mengeksekusi tema monokromatik yang hampir total dengan presisi teknik, Capricorn memperkuat posisinya sebagai pembuat supercar yang beresonansi secara emosional dan berfokus pada pengemudi dalam lanskap otomotif yang berubah dengan cepat.
